Sunday, August 09, 2015
Menghidupkan yang telah lama mati

Bismillah... Entah karena kenapa, jari jemari ini kembali tergerak untuk menulis kembali, tepatnya "ngeblog" lagi. Terakhir menulis blognya ini 10 tahun yang lalu. Yup! Sepuluh tahun yang lalu 3650 hari kurang... Wooow jelas bukanlah waktu yang singkat. 10 tahun itu sama dengan dua presiden, satu dasawarsa istilahnya, lebih lama dari satu Windu, kalau suami isteri bisa jadi besar besaran karena berhasil melewati 10 tahun... Lho.... Jadi mbahas waktu. Anyway siapa yang setelah selama itu Mutawalli.blogdrive.com kembali hidup. At last... Welkambek Mutawalli!!

Posted at 08:07 pm by Mutawalli
Comment (1)  




Tuesday, December 27, 2005
Ajal

kok nggak tahu kenapa.. kayak merasa.. ajal tuh makin dekat aja datang ke diri ini, banyak salah di sana-sini.. sempat nggak ya minta maaf..
hei,, maafin aku dunk..


Posted at 10:09 pm by Mutawalli
Komentarnya  




Thursday, December 22, 2005
HIJAB (bagian terakhir dari tiga tulisan)

Saudariku... kalaulah engkau sudah membuka hati untuk memakai hijab... maka pakailah saat ini juga, janganlah engkau menunda dengan perkataan-perkataan tundaan, dengan alasan kau masih ingin menikmati sebentaar saja lagi "ketebukaan mu" karena kita tidak tahu kapan ajal datang menjemput dan kapan kamu akan kembali menghadapNya;
" dan ketika ajal itu datang, maka mereka tidak bisa mengundurkan kedatangannya dan memajukan nya walau sesaat"
 
Wahai puteri-puteri Islam… wahai engkau para kekasih rasulullah, kembalilah kepada HIJAB dan marilah bertaubat kepadaNya dan marilah kita berlapang dada dengan syariat yang telah dating dariNya dan RasulNya dengan hati terbuka untuk menerima cahaya iman. Jadikahlah Allah rasul dan agama islam sebagai pegangan dan sahabatmu dan sadarilah…
Kita adalah hambaNya… Yup!! Hamba sebenar-benar hamba yang dimiliki
Hamba-Hamba Allah… maka adakah yang lebih pantas ditaati selain pemilik hamba.
 
KAU MENDENGARKAN INI, MENTAATI PERINTAH ALLAH INI DENGAN TIADA KERAGUAN SEDIKITPUN, MAKA CUKUPLAH BAGI MU ISLAM SEBAGAI KEBANGGAAN DAN KELAK ENGKAU AKAN MASUK SURGANYA DAN MENJADI BIDADARI YANG DENGAN KECANTIKAN DAN AKHLAK YANG SEMPURNA INSYA ALLAH.
 
Dua Golongan manusia di dalam neraka...
Rasulullah Saw bersabda; dua golongan dari penghuni neraka yang aku belum pernah melihat mereka; ... dan wanita-wanita yang memakai pakaian namun mereka terlihat seperti telanjang (berpakaian ketat)... mereka tidak masuk surga selamanya, dan merekabahkan tidak mencium wangi surga...dst.
 
Bungakah atau Mutiara??
Syahdan bertemulah bunga dan mutiara, dan terjadilah percakapan di antara mereka...
Berkatalah bunga;
Saya adalah simbol cinta... wangiku selalu semerbak harum... menyegarkan  dan dihirup wanginya oleh semua, hargaku tak mahal, semua orang bisa membeli dan mendapatkan ku, warnaku lembut menyejukan pandangan siapa yang melihatnya, dan tidak ada orang yang tidak memujiku dengan berbagai pujian setelah melihat dan memandangku...
Maka siapakah engkau wahai mutiara...
Mutiara berkata;
Saya berada di dasar dan kedalaman air, tak banyak orang yang bisa mendapatkanku kecuali dengan perjuangan dan kesungguhan... yang bisa mendapatkan ku sungguh amat sangat sedikit, yaitu orang yang berjuang dan bersungguh-sungguh,  keindahan ku bersinar, mengkilap dan benar-benar indah, tapi aku menyembunyikan keindahan ini kecuali hanya untuk orang yang telah mendapatkanku, dan saya mempunyai harga yang tinggi yang tak akan berkurang sepanjang masa karena saya tak akan layu... karenanya saya amat berharga bagi mereka yang menghargai sebuah keindahan...
 
Sekarang mana yang engkau sukai... menjadi bunga atau mutiara...
 
Penutup...
Sesungguhnya pengertia HIJAB dalam islam adalah menjaga diri dan kehormatan, kesederhanaan, kesopanan serta kerendahan hati, sesuai dengan yang di anjurkan oleh Syaiat Islam. Telah diwajibkan kepada isteri-isteri nabi dan puteri-puterinya serta wanita-wanita yang beriman, maka kemudian HIJAB menjadi patokan penjagaan dan pengawasan serta kesucian diri, HIJAB juga menjadi pakaian bagi mereka yang mau menggunakan akalnya, maka janganlah sekalipun kita menyerupai orang yang berpakaian namun ia kelihatan seperti telanjang.
Setelah ini hanya ada dua pilihan;
Apakah itu setuju dan dan akan memakai hijab... dan itu berarti mengembalikan jiwa kepada ketenangan, dan mengembalikan hati kepada sang Pemiliknya... menerimanya dan mendapat ketenangan hati yang datang dari Allah Swt dan terjaga dunia dan akherat
"barang siapa yang berbuat amal sholih baik itu laki laki maupun perempuan, maka Kami akan memberinya kehidupan yang baik"

 Atau tetap berpegang teguh untuk tidak memakai HIJAB, atau menundanya dan artinya tetap berjalan pada jalan yang penuh dengan bahaya, dan tetap mengeraskan hati dan menutupnya dengan kesesatan.
Dan tiada yang tahu apa yang terjadi kecuali Allah Swt. Tapi takutlah dan ingatlah akan murka Allah dan ingatlah…!! Perjalan umur hanya sebentar yang berjalan dengan amat sangat cepat dan esok..
"Sebahagian berada dalam SORGA sedangkan sebahagian lagi berada di NERAKA"
 
Ummu salamah pernah bertanya kepada rasulullah; Ya Rasulullah… manakah yang lebih mulia, wanita di dunia ini atau bidadari di surga…
Rasulullah bersabda…; Wanita-wanita didunia jauh lebih mulia dari bidadari-bidadari surga… bertanya lagi Ummu salamah; apakah yang membuat wanita dunia ini mulia?? Rasulullah menjawab; dengan Shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka dan Allah akan memakaikan di wajah-wajah mereka cahaya, badan mereka memakai sutera berwarna putih dan pakaian berwarna hijau.. dan berbagi macam keindahan..
maukah kau menjadi bahagian dari mereka
 

Posted at 07:43 am by Mutawalli
Komentarnya  

HIJAB (bagian 2 dari 3 tulisan)

Lanjutan...
 
"sahabat-sahabatku mengejek dan mengolokku dan mengatakan aku kuno dan ketinggalan zaman apabila aku memakai hijab bahkan akan ada yang mengatakan kalau aku menyimpang"
 
Saudariku... mana yang lebih kamu pilih keridloannya... sahabatmu ataukah Tuhanmu?! Apakah kau lebih sahabat yang hanya dalam hitungan tahun bersahabat dengan mu ataukah Dzat yang memiliki mu dari sebelum kamu dilahirkan sampai ketika kamu dibangkitkan kelak???. Kemudian adakah peradaban modern terletak pada tubuh yang berlapiskan kain ketat nan transparan atau setengah telanjang, atau berbagai jenis keterbukaan yang lain, apakah taat kepada Allah adalah KUNO dan KETINGGALAN ZAMAN apakah menjalankan perintah Rabb adalah sebuah PENYIMPANGAN??.
 
"semua sahabatku tidakada yang memakai hijab, aku tidak mau menjadi orang asing ditengah mereka"
 
Bukankah sekarang makin banyak orang-orang yang memakai hijab, bahkan orang yang memakai hijab lebih banyak dari pada yang tidak...
 
"tapi kami bukan dikomunitas orang seperti itu"
 
Maka sekali lagi wahai saudari ku... siapakah yang lebih engkau ta'ati sahabat atau rabb mu?? Siapakah yang lebih engkau takuti teman-teman mu atau Dzat yang menciptakanmu??
Bukankah Allah telah berfirman:
"apakah kamu akan mengikuti orang kebanyakan (mayoritas), walaupun itu menyesatkan kamu dari jalan Allah"
 
"Bukankah setiap perkara berada di tangan Allah, kalau Allah menghendaki saya memakai hijab toh nantinya saya akan pakai juga.."
 
Sudah menjadi sunnatullah setiap segala sesuatu ada hukum sebab akibat, karena sebab-sebab itulah kita bisa mencapai apa yang kita inginkan… rasional lah… tanyalah pada akal, apakah bisa dengan hanya tidur sepanjang hari dengan tanpa membaca dan mengulang pelajaran dan tanpa hadir didalam kelas kemudian kita mencapai nilai yang bagus?? Apakah ADIL kalau kita mengukur secara rasio perkara dunia sedangkan untuk perkara akhirat kita hanya bisa berpasrah diri menunggu ketentuan itu datang sendirinya.. ADILKAH!!!
 
"cuaca sangat panas, apalagi di musim panas, ini membuat gerah dan membuat saya tercekik"
 
Sungguh tidak masuk di akal, karena pada saat yang sama pada saat saudari mengatakan ini, ribuan bahkan jutaaan wanita sedang memakai hijab, dan memakai pakaian islami, dan tak ada keluhan apapun dari mereka... tanya kepada hati... manakah yang lebih panas, panasnya cuaca di musim panas atau NERAKA JAHANNAM pada hari kiamat kelak?? Didalam quran disebutkan
"katakanlah kalau neraka jahannam itu jauuh lebih panas, kalau mereka mau mengerti"
Ada juga yang berkata "saya ingin menunjukkan kecantikan yang saya miliki dahulu sampai saya menikah dan ketika nanti saya sudah menikah, maka saya akan memakai hijab"
 
Ketahuilah… sesungguhnya mayoritas pemuda itu ada dua macam;
Yang pertama, mereka yang bener-bener mendalami islam, baik akhlaknya… golongan ini menilai kemuliaan wanita dari agamanya… yaitu wanita yang menjaga hijabnya dari masa muda sampai masa tuanya
Yang kedua; yang tidak mendalami islam, pun mereka menginginkan wanita yang baik untuk dijadikan isteri… mereka memilih yang paling cantik sampai kecantikan itu hilang maka dengan segera mereka mencari wanita yang lebih cantik atau hanya ingin bermain-main saja dan mereka mencari wanita yangbaik untuk di nikahi… sampai kapankan para wanita bisa menjaga kecantikan mereka?
Maka… dari golongan manakah yang kamu inginkan untuk kamu jadikan suami-suami kamu… golongan pertamakah atau sesudahnya?? Allah berfirman;
 
Lelaki yang baik diperuntukkan bagi wanita yang baik"
 
Apakah kamu mau menjadi bahagian mereka yang thoyyibat sehingga Allah memberi mereka laki-laki yang Thoyyib?? Atau…??..
 
bersambung

Posted at 07:34 am by Mutawalli
Komentarnya  

Sakit

Dingin banget... Amandel ku Kumat.... ada yang punya obat nggak ya...?? berobat ke Rumah sakit sini... nggak la ya... syerem.... kasar banget


Posted at 07:30 am by Mutawalli
Komentarnya  




Wednesday, December 21, 2005
Hijab (bagian 1 dari 3 tulisan)

Jangan Kau Ragu Wahai Saudariku

 

Sepenggal kisah tentang HIJAB...

Sangat miris apabila kita melihat keadaan para wanita sebelum datangnya Islam, mereka dianggap hina baik itu bahkan wanita-wanita persia maupun bangsa Roma, masyarakat arab dan yang bukan arab.

Wanita hanya dianggap sebagai pemuas para lelaki, yang selalu berganti dari tangan ke tangan, tidak mendapat warisan, karena hak waris hanya untuk lelaki. Pada zaman itu wanita juga tidak mempunyai hak suara, ia dibunuh ketika ia masih di dalam buaian dan dikubur hidup-hidup karena dianggap membawa aib dan kemiskinan, tidak mengenal kata malu, bertabarruj dan menjadi barang yang didagangkan.

Maka datanglah Islam, membawa peraturan yang menghilangkan kehinaan, yang menggantikan kehinaan menjadi sebuah kemuliaan, yang membuat manusia dihargai di masyarakat. Dan salah satu yang dibawa oleh Islam, adalah KEWAJIBAN BERHIJAB...

 

"Katakanlah wahai nabi kepada isteri-isteri kamu dan puteri-puteri kamu dan segenap isteri-isteri orang mu'min "hendakalah mereka mengulurkan jilbab (hijab-hijab)  ke seluruh tubuh mereka"

Dan dalam ayat lain disebutkan:

 

"Dan hendaklah mereka mereka memanjang hijab mereka ke dada mereka"

Dan inilah yang kemudian memelihara martabat wanita, dan menutup aurat mereka setelah sekian lama terbuka, harga wanita tak lagi sekedar barang namun dihargai sebagai seorang IBU, ISTERI, KAKA dan ADIK perempuan.

 

Maaf saudariku:

Kalaulah tidak karena Islam, maka kalian masih dalam keadaan hina, tapi Alhamdulillah karena Islam, maka kalian bisa merasakan ni'mat ini, kemuliaan sebagai seorang wanita...

 

Sebuah percakapan...

 

Sebuah ajakan untuk berfikir sejenak..., dengan sebuah keterusterangan dan keterbukaan hati, dan berfikir rasional, apa yang kira-kira menjadi penghalang untuk memakai HIJAB, maka apakah hambatan-hambatan ini benar-benar ada;

Mungkin ada pertanyaan di hati-hati bagi mereka yang belum berhijab

 

"Bukankah Allah melihat apa-apa yang ada didalam hati, dan Allah menilai dari apa-apa yang dihati kita, bukan dari apa-apa yang terlihat, toh banyak... orang yang memakai hijab namun akhlaknya buruk"

 

Ketahuilah wahai saudariku... Allah mewajibkan hijab karena dua sebab;

Yang pertama, untuk menjaga dirinya dari mata lelaki dan pandangan mereka yang penuh dengan racun dan nafsu, sedang yang kedua adalah menjaga setiap lelaki dari fitnah seorang wanita, oleh karena itu sesungguhnya ada pengaruh besar dalam diri para lelaki karena melihat aurat wanita... berapa banyak terjadi pemerkosaan, pelecehan... yang ujungnya merugikan wanita sendiri. Dan karena sebab-sebab inilah maka wanita tidak bebas menentukan pilihan dalam hal ini (hijab). Kalaulah ada yang mengatakan "toh ada yang memakai hijab namun akhlaknya tidak baik" kalau begitu apakah kita akan meninggalkan semua salat dan puasa.. toh banyak juga orang yang salat dan berpuasa namun akhlaknya melenceng... maka apakah alasan di atas masuk di akal??

Bersambung ...


Posted at 07:27 am by Mutawalli
Komentarnya  




Tuesday, December 20, 2005
...

Innâ lillâhi wa innâ ilayhi râji'űn…

Siang ini 20/12/05 buka email, ada email dari keluarga, Hmm aku dapat kabar duka… Uwak ku (Suami dari kakak Buya ku) meninggal dunia, terus terang akupun tidak negitu hapal nama beliau (almarhum) namun kalau tidak salah nama beliau ada bahri nya... entah Bahri siapa... karena selama ini aku selalu memanggilnya Papa, aku memanggilnya papa, karena memang beliau adalah adalah suami dari ibu yang menyusukan ku (bukan ibu kandung lhoo) karena dahulu kala ketika aku masih balita, aku pernah disusukan oleh Kakak buya ku ini (isteri papa ini), secara otomatis orang yang menyusukan ku menjadi ibu susuku, bahkan anak perempuannya menjadi mahram bagiku karena hubungan saudara satu susuan, dan suami wanita yang menyusukan ku pun menjadi bapakku... dan Innalillahi hari ini aku dapat kabar bahwa wak papa ku ini telah berpulang ke rahmatullah, dua hari sebelumnya aku memang sudah mendapat kabar bahwa beliau memang lagi sakit keras dan dalam konndisi kritis... namun nggak nyangka secepat itu kabar meninggalnya beliau menyusul.

Sebagai anak susuannya sedikit banyak aku banyak berinteraksi dengan almarhum beliau, nice person, tidak banyak bicara, dan selalu kelihatan serius... walaupun aku sendiri tidak pernah mendapatkan beliau dalam keadaan marah, sungguh profil bapak yang sabar, kalau aku tidak salah, beliau hobby memancing, peralatan pancing beliau selalu tergantung di dinding dapur.

Wak Papa... begitu aku selalu memanggilnya, di satu sisi dia adalah uwakku namun iya juga bapak susuku... dikarunia 3 putra dan 1 putri, dan yang putri ini lah yang paling dekat dengan ku... Kak Ulfa, lengkapnya Fauziah Ulfa... anak perempuan satu-satunya di keluarga ini, dan menjadi dekat dengan ku, karena jatah susunya selalu ku rebut... (kayaknya seeh)...

How ever... ajal adalah sesuatu yang pasti, sesuatu yang datang pasti akan pergi sesuatu yang hidup pun pasti akan mati, la yasta'khirűna sâ'atan wa lâ yastaqdiműn.. tidak bisa di undur apalagi di majukan... sekarang kita yang menerima musibah ini... bisakah menjadikan itu ibrah dan pelajaran...

Sedih.. itu adalah kepastian.. jangan kan anak kandung dan orang-orang terdekat dengan Alm Beliau, aku aja yang disini merasakan hal yang sama, berbagi macam slide kenangan bersama beliau seakan muncul kembali, bersama beliau naik vespa (waktu itu masih ada vespa) dan berbagi macam kenangan indah... semoga menjadi amal sholih bagi beliau dan menjadi tabungan yang membawa papa ke surga Nya nanti....

Allahumma 'jal qabrahu raudatan min riyâdi-l-jannah,wal taj'al qabrahu hufratan min hufarinniraan "ya Allah jadikan lah kubur beliau taman dari taman-taman surga Mu, dan jangan pulan Engkau jadikan ya Allah, kuburannya satu lobang dari lobang-lobang nerakaMu"

Allahumma-gh-firlahű warhamhű wa â'fihî wa'fu a'nhu wa akrim nuzulahu wa wassi' madkhalahű wa-gh-silhu bi ma_i-s-salji wal baradi, wa naqqihî minal khothoyâ kamaâ yunaqqa-s-tsaubul abyadhi min-a-adanasi wa abdil hu dâran khoirun min dârihi wa ahlan khoirun min ahlihi... amiiin...

Buat ka Ulfa, bang Iyan, Bang Adek dan Bang Ijal dan especially Mak wo.. sabar ya... ambil hikmahnya...


Posted at 05:12 pm by Mutawalli
Komentarnya  




Next Page



Mutawalli
Male
Asahan
hanya seorang Manusia
yang tak lepas dari salah dan lupa
Belajar dan belajar untuk mencapai satu cita.. bahagia Di sisi Nya Dunia dan Akhirat Terimakasih buat mama dan Buya..
yang telah melahirkan ananda


   





<< December 2017 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31






Contact Me

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed